Rabu, 16 Februari 2011

… Kayu rapuh tak berarti


Di sebuah perjalanan.. di saat ku lelah, butuhkan sebuah penopang tubuhku..
Ku temukan sebuah keadaan, dimana ada sebongkah tanah tandus, keras, tapi penuh humus di di dalamnya..
Kemudian ku coba tancapkan sebuah kayu kering tepat di atasnya,,
Ya.. tanpa berpikir itu tak kan mudah dan mungkin takkan bisa menancap..
Tapi,,inilah sesosok manusia yang sedang tak berotak,,
Sebuah rasa yang tak berakal telah mengacaukan pikiranq,
Tiba-tiba ku jadi sangat bodoh, dengan percaya diri tancapkan sebuah kayu rapuh itu..
Berharap ..
Berharap kayu rapuh yang kubawa itu bisa menancap, lalu tanah tandus berhumus itu dapat jadi penahan kayu rapuh itu,,dan kubisa berpegang pada kayu itu..meletakkan segala lelahku..
Lalu..kayu rapuh itu perlahan menempel pada tanah tandus berhumus itu..
Perlahan  tinggi berharapku,  kayu rapuh itu bisa menancap, terus berharap..
Tapi..tanah tandus berhumus itu, terlalu kerasssss…
Kayu rapuh itu tak bisa tertancap, aku semakin berusaha menancapkan,,
Dan tanah tandus berhumus itu semakin mengerasss,,,
Hashh…
Kemudian, kayu rapuh itu patah, sekali lagi patah..
Dan tanah tandus berhumus itu tetap disitu, ku biarkan kayu rapuh itu tetap menempel,
tanpa tancapan dalam..
Berharap, jika hujan tiba, tanah tandus berhumus itu kan jadi lebih lembek, dan kayu rapuh itu dapat masuk ke dalamnya,
 sekalipun itu hanya terkubur di dalamnya..

                                                                                                            ……aiy_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar