Kamis, 28 April 2011

artikel

Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI

Model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) termasuk dalam pembelajaran kooperatif. Dalam model pembelajaran TAI, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen untuk menyelesaikan tugas kelompok yang sudah disiapkan oleh guru, selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang memerlukannya.

Slavin (Widdiharto, 2006: 19) membuat model ini dengan beberapa alasan:
•Pertama, model ini mengkombinasikan keunggulan kooperatif dan program pengajaran individual.
•Kedua, model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif.
•Ketiga, TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran, misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual.

A.Karakteristik tipe TAI :
•Kombinasi antara kooperatif dan individual
•Menekankan efek sosial.
•Menekankan pada strategi pemecahan masalah.
•Terdapat pre test / nilai rata-rata harian untuk mengetahui kelemahan siswa
•Setiap siswa (individual) belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru.
•Hasil belajar individual dibawa ke kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok.
•Semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.

B.Model pembelajaran tipe TAI ini memiliki 8 komponen, kedelapan komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a.Teams yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa.
b.Placement Test yaitu pemberian pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu.
c.Student Creative yaitu melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan dimana keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya.
d.Team Study yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkan.
e.Team Score and Team Recognition yaitu pemberian score terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas.
f.Teaching Group yaitu pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok.
g.Fact test yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa.Whole-Class Units yaitu pemberian materi oleh guru kembali diakhiri waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah (Suyitno, 2004: 8).

C.Adapun tahap-tahap dalam model pembelajaran TAI adalah sebagai berikut:
1.Guru memberi materi/bahan ajar(yang sudah dipersiapkan guru) secara individu, yang akan diselesaikan oleh kelompok siswa.
2.Guru memberikan pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu. (Mengadopsi komponen Placement Test).
3.Guru memberikan materi secara singkat. (Mengadopsi komponen Teaching Group).
4.Guru membentuk kelompok kecil yang heterogen tetapi harmonis berdasarkan nilai siswa, setiap kelompok 4-5 siswa. (Mengadopsi komponen Teams).
5.Setiap kelompok mendiskusikan hasil belajar individu ke dalam kelompok (Mengadopsi komponen Team Study).
6.Guru memberikan bantuan kepada kelompok beserta individu di dalamnya berupa pengarahan, rangkuman, da penegasan.
7.Guru memberikan post-test untuk dikerjakan secara individu. (komponen Fact Test).
8.Guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok yang kurang berhasil (jika ada) berdasarkan hasil koreksi dengan memberi penghargaan. (komponen Team Score and Team Recognition).

D.Keunggulan:
•Dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual.
•Komunikasi sosial lebih, karena siswa dapat bertukar pikiran.
•Nilai/prestasi siswa(baik secara individu maupun kelompok) lebih tinggi dari pembelajaran kooperatif tipe lain.
•Meningkatkan kehadiran siswa dan sikap yang lebih positif.
•Menambah motivasi dan percaya diri di sekolah serta menyenangi teman-teman sekelasnya.
•Pemahaman yang lebih mendalam.
•Retensi atau penyimpanan lebih lama.

E.Kelemahan:
•Siswa harus membangun pengetahuan, atau dengan kata lain tidak menerima bentuk jadi dari guru.
•Membutuhkan waktu lama bagi guru untuk membimbing siswanya, karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Jadi guru harus peka membaca kelemahan masing-masing siswa.
•Kekhawatiran pada individu siswa akan hilangnya karakteristik pribadi siswa.
•Keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompok.
•Hanya dapat digunakan untuk materi tertentu saja.

F.Materi yang cocok yang untuk pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah materi yang kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah. Dan materi yang memiliki keterkaitan, artinya siswa harus memahami per bagian materi sebelum melanjutkan mempelajari materi lain. Contohnya pada materi perubahan wujud zat, siswa lebih mudah memahami materi tersebut jika belum mendalami materi suhu dan pengukurannya.


Sumber:
Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran kooperatif. Surabaya: UNESA.

RPP IPA terpadu format terbaru

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Sekolah : SMP………………
Kelas : VIII (Delapan )
Semester : 1 (Satu)
Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)
Tema : Makanan dan Pencernaan
Alokasi Waktu : 2x40 menit

A.Kompetensi Dasar
1.4 Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan dan hubungannya dengan kesehatan
4.3 Mendeskripsikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.

B.Indikator
1.Kognitif
Produk:
1.Menjelaskan perbedaan dari berbagai macam zat makanan dalam kehidupan sehari-hari.
2.Menjelaskan hubungan antara sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Proses:
1.Mengidentifikasi komponen organ dari system pencernaan pada manusia.
2.Mengklasifikasikan nama bahan kimia pada bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari.
2.Afektif
1.Karakter : cermat, teliti, percaya diri, serta sungguh-sungguh dalam menjawab pertanyaan.
2.Keterampilan sosial : kerja sama, mampu bersaing sehat dalam pembelajaran, toleransi, dan berani mengeluarkan pendapat.

C.Tujuan Pembelajaran
1.Kognitif
Produk:
Siswa dapat
1.Menjelaskan minimal satu perbedaan dari berbagai macam zat makanan dalam kehidupan sehari-hari.
2.Menjelaskan hubungan antara sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan sesuai dengan referensi yang telah dibaca.
Proses :
Siswa dapat:
1.Mengidentifikasi komponen organ dari system pencernaan pada manusia beserta fungsinya.
2.Mengklasifikasikan nama bahan kimia pada bahan makanan dalam ehidupan sehari-hari berdasarkan fungsinya.

2.Afektif
1.Karakter : Siswa dapat menjelaskan hubungan antara sistem pencernaan, bahan kimia pada makanan, serta hubungannya dengan kesehatan secara cermat, teliti, percaya diri, serta sungguh-sungguh dalam menjawab pertanyaan.
3.Keterampilan sosial : Siswa dapat bekerja sama dalam kelompok, mampu bersaing sehat dalam pembelajaran, toleransi terhadap teman, dan berani mengeluarkan pendapat ketika dibutuhkan.

PERTEMUAN I

D.Alat dan bahan atau Media sumber belajar
Alat : Bahan :
1.Papan tulis
2.Komputer atau laptop 1. Gambar Makanan contoh bakso
3.Proyektor beserta layar 2. Kertas
4.Bahan ajar ‘Makanan dan Pencernaan’
5.Alat tulis
6.Perangkat meja dan kursi

E.Materi Pembelajaran
Makanan dan Pencernaan

F.Metode Pembelajaran
1. Model : Kooperatif model Team Games Tournament (TGT)
2. Metode : - Pengajaran informasi langsung
- Games
- Tournament mingguan
G.Langkah-langkah Kegiatan
1.Kegiatan Pendahuluan
Fase I. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa

Guru memotivasi siswa dengan menyapa siswa kemudian menanyakan tentang makanan apa yang menjadi kesukaan mereka? Kemudian guru menunjukkan salah satu gambar makanan semisal semangkok bakso. Guru mengawali pertanyaan pada siswa, bagaimana tampilan serta rasa bakso itu? Bagaimana rasanya setelah makan bakso? Kemudian guru meminta siswa untuk mencoba menemukan pertanyaan di benak siswa mengenai apa yang telah diamatinya. Misalnya saja’Apa yang menyebabkan bakso memiliki warna dan cita rasa yang menarik? Bagaimanakah proses masuknya bakso ke dalam tubuh sehingga setelah mengkonsumsinya mereka merasa kenyang? Guru meminta salah satu siswa untuk menuliskan pertanyaan yang dia pikirkan di papan tulis(depan kelas).
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu tentang Makanan dan Pencernaan.

2.Kegiatan Inti
Fase II. Mempresentasikan informasi

Guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah dengan media powerpoint, serta diskusi yang dipimpin guru mengenai ‘Makanan dan Pencernaan’. Pada saat penyajian kelas ini, guru harus dapat mengajak siswa untuk benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat game karena skor game akan membantu skor kelompok.

Fase III. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar
Guru membimbing siswa untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik.

Fase IV. Membantu kerja dan belajar tim
Guru membimbing siswa untuk melakukan diskusi kelompok tentang ‘Makanan dan Pencernaan’ setelah mendengarkan penjelasan dari guru, agar lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

Fase V. Menguji tentang bahan ajar
a.Setelah proses diskusi kelompok selesai, maka dilakukan Game yang terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
b.Untuk turnamen mingguan, dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Pada awal turnamen ini, guru menginformasikan pada siswa mengenai aturan main turnamen. Yakni membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya. Kemudian siswa dalam satu meja akan bersaing sehat dalam menjawab kartu-kartu yang telah disediakan pada meja turnamen. Dan untuk jawaban yang benar, akan mendapat point yang akan dikumpulkan menjadi skor individu dan sekaligus point kelompok.

3.Kegiatan Penutup
Fase VI. Memberi penghargaan

a.Guru kemudian mengumumkan yang menang, masing-masing team akan mendapat setrifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-rata 30-40.
b.Siswa (dibimbing oleh guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman dan simpulan materi.

H.Sumber Belajar
1.Buku siswa mengenai ‘Makanan dan Pencernaan’
2.Powerpoint dari guru mengenai ‘Makanan dan Pencernaan’
3.Lembar kerja siswa
4.Kartu evaluasi (Game / turnamen)

I.Penilaian Hasil Belajar
1.Teknik Penilaian:
Tes lisan
2.Bentuk Instrumen
Kartu soal isian
3.Contoh Instrumen:
Contoh kartu soal isian



...............,...................
Mengetahui
Kepala SMP ………… Guru Mata Pelajaran



......................... ..............................
NIP. NIP.