Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI
Model pembelajaran TAI (Team Assisted Individualization) termasuk dalam pembelajaran kooperatif. Dalam model pembelajaran TAI, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil (4 sampai 5 siswa) yang heterogen untuk menyelesaikan tugas kelompok yang sudah disiapkan oleh guru, selanjutnya diikuti dengan pemberian bantuan secara individu bagi siswa yang memerlukannya.
Slavin (Widdiharto, 2006: 19) membuat model ini dengan beberapa alasan:
•Pertama, model ini mengkombinasikan keunggulan kooperatif dan program pengajaran individual.
•Kedua, model ini memberikan tekanan pada efek sosial dari belajar kooperatif.
•Ketiga, TAI disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran, misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara individual.
A.Karakteristik tipe TAI :
•Kombinasi antara kooperatif dan individual
•Menekankan efek sosial.
•Menekankan pada strategi pemecahan masalah.
•Terdapat pre test / nilai rata-rata harian untuk mengetahui kelemahan siswa
•Setiap siswa (individual) belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru.
•Hasil belajar individual dibawa ke kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok.
•Semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama.
B.Model pembelajaran tipe TAI ini memiliki 8 komponen, kedelapan komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a.Teams yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri dari 4 sampai 5 siswa.
b.Placement Test yaitu pemberian pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu.
c.Student Creative yaitu melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan dimana keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya.
d.Team Study yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkan.
e.Team Score and Team Recognition yaitu pemberian score terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas.
f.Teaching Group yaitu pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok.
g.Fact test yaitu pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa.Whole-Class Units yaitu pemberian materi oleh guru kembali diakhiri waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah (Suyitno, 2004: 8).
C.Adapun tahap-tahap dalam model pembelajaran TAI adalah sebagai berikut:
1.Guru memberi materi/bahan ajar(yang sudah dipersiapkan guru) secara individu, yang akan diselesaikan oleh kelompok siswa.
2.Guru memberikan pre-test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu. (Mengadopsi komponen Placement Test).
3.Guru memberikan materi secara singkat. (Mengadopsi komponen Teaching Group).
4.Guru membentuk kelompok kecil yang heterogen tetapi harmonis berdasarkan nilai siswa, setiap kelompok 4-5 siswa. (Mengadopsi komponen Teams).
5.Setiap kelompok mendiskusikan hasil belajar individu ke dalam kelompok (Mengadopsi komponen Team Study).
6.Guru memberikan bantuan kepada kelompok beserta individu di dalamnya berupa pengarahan, rangkuman, da penegasan.
7.Guru memberikan post-test untuk dikerjakan secara individu. (komponen Fact Test).
8.Guru menetapkan kelompok terbaik sampai kelompok yang kurang berhasil (jika ada) berdasarkan hasil koreksi dengan memberi penghargaan. (komponen Team Score and Team Recognition).
D.Keunggulan:
•Dirancang untuk mengatasi kesulitan belajar siswa secara individual.
•Komunikasi sosial lebih, karena siswa dapat bertukar pikiran.
•Nilai/prestasi siswa(baik secara individu maupun kelompok) lebih tinggi dari pembelajaran kooperatif tipe lain.
•Meningkatkan kehadiran siswa dan sikap yang lebih positif.
•Menambah motivasi dan percaya diri di sekolah serta menyenangi teman-teman sekelasnya.
•Pemahaman yang lebih mendalam.
•Retensi atau penyimpanan lebih lama.
E.Kelemahan:
•Siswa harus membangun pengetahuan, atau dengan kata lain tidak menerima bentuk jadi dari guru.
•Membutuhkan waktu lama bagi guru untuk membimbing siswanya, karena setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda. Jadi guru harus peka membaca kelemahan masing-masing siswa.
•Kekhawatiran pada individu siswa akan hilangnya karakteristik pribadi siswa.
•Keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompok.
•Hanya dapat digunakan untuk materi tertentu saja.
F.Materi yang cocok yang untuk pembelajaran kooperatif tipe TAI adalah materi yang kegiatan pembelajarannya lebih banyak digunakan untuk pemecahan masalah. Dan materi yang memiliki keterkaitan, artinya siswa harus memahami per bagian materi sebelum melanjutkan mempelajari materi lain. Contohnya pada materi perubahan wujud zat, siswa lebih mudah memahami materi tersebut jika belum mendalami materi suhu dan pengukurannya.
Sumber:
Ibrahim, Muslimin. 2000. Pembelajaran kooperatif. Surabaya: UNESA.
wahhhh,cocok ni sama rpp'qu yg buat simulasi.bagaimana cara pemberian skor individu dan kelompok untuk model TAI yu ?>
BalasHapusdr pre n post test itu kn bs..jd klo ga drata2, brati jd nilai individu..
BalasHapusartikel yang bagus dan sangat bermanfaat,,
BalasHapussaya hanya sekedar menambahkan,,
Pembelajaran kooperatif tipe TAI ini dikembangkan oleh Slavin. Team Accelerated Instruction atau Team Assisted Individuallization memiliki persamaan dengan STAD dan TGT dalam penggunaan tim-tim pembelajaran empat anggota berkemampuan heterogen dan pemberian sertifikat untuk tim yang berkinerja tinggi. Bedanya bila STAD dan TGT menggunakan sebuah tatanan pengajaran tunggal untuk kelas, TAI menggabungkan pembelajaran kooperatif dengan pengajaran individual. Disamping itu, bila STAD dan TGT diterapkan pada hampir semua kelas 3-4.
saya setuju dengan apa yang dipostkan sama mbk ayu karena sistem pembelajaran TAI sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan. Meskipun TAI memiliki kelemahan dan keuntungan tapi pada dasarnya model pembelajaran kooperatif tipe TAI membentuk kepribadian dan tanggung jawab siswa dalam mmenyelesaikan proses belajar.
BalasHapusGambling in Maryland | Governor Hogan Determines if
BalasHapusIf, 안동 출장안마 however, 김천 출장마사지 a 수원 출장마사지 casino doesn't make a state the 남양주 출장마사지 most 전라남도 출장안마 Gambling, casinos and sports books have a monopoly on sports betting.